Targetkan Swasembada Kedelai 2029, Pemerintah Integrasikan Tata Kelola Hulu-Hilir
Pemerintah menargetkan swasembada kedelai nasional sebesar 2,62 juta ton pada 2029. Langkah tersebut diambil guna memenuhi lonjakan permintaan kedelai dalam negeri, salah satunya untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rapat koordinasi bersama Staf Kepresidenan (KSP) dan stakeholder terkait pada Rabu (28/1/26), integrasi tata kelola dari hulu hingga hilir menjadi fokus utama. Salah satu strategi kuncinya adalah penggunaan varietas unggul untuk menggenjot produktivitas di tingkat petani.
Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melalui Kepala BRMP Aneka Kacang, Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan paket teknologi guna mendukung tujuan tersebut, termasuk benih varietas unggul dengan potensi hasil di atas 3 ton/ha. Angka tersebut jauh di atas rata-rata produktivitas kedelai di tingkat petani saat ini yang berkisar 1,5 ton/ha.
"Varietas unggul yang kami siapkan tidak hanya memiliki potensi hasil tinggi di atas 3 ton/ha, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap cekaman biotik maupun abiotik, serta kandungan protein yang tinggi untuk mendukung kebutuhan pangan fungsional," ungkapnya.
Tercatat pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, stok benih yang tersedia hasil produksi UPBS BRMP Aneka Kacang mencapai 14 ton, dan sekitar 7,5 ton telah terdistribusi ke penangkar yang diproyeksikan mampu mendukung pengembangan lahan kedelai hingga 114 ribu ha. Melalui roadmap yang matang, pemerintah optimistis ketergantungan pada impor kedelai dapat ditekan secara bertahap demi kemandirian pangan.