Perkuat Integritas, BRMP Aneka Kacang Teguhkan Komitmen Menuju WBK/WBBM
BRMP Aneka Kacang menggelar kegiatan Ekspose Pengendalian Kecurangan pada Jumat (27/02/26) dengan narasumber dari Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan BRMP Aneka Kacang.
Pemaparan materi disampaikan oleh Ir. Dian Yuniarti, M.M. dan Gunarso Primada Aji, S.T.P., M.Si. Dalam paparannya, narasumber menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam pencegahan kecurangan, yaitu pengendalian gratifikasi, pengelolaan pengaduan masyarakat (dumas), dan pengelolaan konflik kepentingan.
“Pembangunan Zona Integritas merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan,” ujar Dian Yuniarti. Lebih lanjut disampaikan bahwa pengaduan masyarakat bukanlah ancaman, melainkan instrumen strategis untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan. Oleh karena itu, pengelolaan pengaduan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ekspose ini dihadiri secara hybrid oleh seluruh pegawai serta pihak eksternal sebagai pengguna layanan BRMP Aneka Kacang. Dalam kesempatan tersebut, para pengguna layanan menyampaikan testimoni positif dan apresiasi atas pelayanan yang diberikan.
BRMP Aneka Kacang dinilai telah menghadirkan layanan yang profesional, responsif, dan transparan, serta konsisten dalam memenuhi kebutuhan pengguna, meliputi layanan pengujian laboratorium, program PKL dan magang, penyediaan narasumber, hingga distribusi benih aneka kacang.
Melalui kegiatan ini, BRMP Aneka Kacang terus memperkuat langkah nyata dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Partisipasi aktif seluruh pegawai dan dukungan pengguna layanan menjadi energi positif dalam proses pembangunan Zona Integritas. Dengan sinergi dan komitmen bersama, BRMP Aneka Kacang optimistis predikat WBK/WBBM dapat terwujud secara berkelanjutan.